Kamis, 21 Februari 2019

Hujan

Bodoh, aku mencoba berjalan menyusuri jalan berharap aku bisa menaklukan hujan. Aku berfikir bisa berdamai dengannya. Tapi selang beberapa hari dari kejadian kemarin aku tebodohi lagi.
Aku tak bisa manaklukan hujan mengesampingkan egoku untuk berjalan sendiri. Berharap bisa berjalan beriringan dengan hujan.

Hujan meruntuhkanku lagi. Membasahiku. Membuatku sakit. Hingga menusuk jantungku rasanya.

Hujan kenapa egomu lebih tinggi. Kenapa kamu dan aku tidak pernah bisa berdamai.

Jika saja kamu mengerti. Sejak awal gerimis kecil menyentuhku memberikan pesona terhadapku, menggodaku agar aku mau merasakanmu hujan. Aku terperangkap, penasaran merasuki pikiranku hinggaku berjalan jauh mendekatimu. aku rela basah kuyup hanya demi bisa bersamamu, berharap aku diberi belas kasih. Tapi, kamu membodohiku. Basah yang kau beri disaatku di dekatmu melunturkan segala kagumku.

Hujan kenapa basah yang kau beri hingga sakit yang berlanjutan?

4 komentar:

  1. Bukan bodo tp berani, sepertinya si hujan sayang sama km, g mau jauh2 dari km,xixixixi,kurang malem nulisnya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hujan itu sulit ditebak. Terkadang datang disaat tidak diinginkan. Dan menjauh disaat mengharapkan.

      Hapus
  2. andaikan semua bisa ditebak dengan mudah belum tentu akan berakhir indah juga.sudah dikasih kekuatan untuk berusaha,tanpa bisa menebak apapun,itu sudah cukup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berharap jangan baca ini yaaa ..

      Sudah setahun lebih, aku mencoba memperbaiki diri.

      Maafkan aku atas kesalahan yang pernah aku buat. Sungguh aku sangat menyesal.
      Karna keterpurukanku kala itu, aku berubah menjadi manusia toxic.
      Aku menyesalinya.

      Maafkan aku pernah menjadi benalu, yang sangat2 merugikan.

      Semoga harimu indah dan diberi kesehatan yang baik.


      ~aku yang selalu menganggapmu kakakku~

      Hapus